“Si Pendatang dari Asia yang Cantik dan Gesit”

2018-12-05-09-11-49
.
lndonesia rutin menjadi tujuan migrasi dari beragam spesies burung di dunia, mulai dari burung pemangsa seperti Sikep Madu Asia (Pernis ptilorhyncus), Elang Alap Nipon (Accipiter gularis), Elang Alap Cina (Accipiter soloensis) hingga burung kicauan.


.
Ketika merasa cocok dengan habitat yang disinggahi, tak sedikit pula burung-burung ini menetap dan menyebar ke beberapa daerah. Salah satunya adalah Sikatan Bubik. Burung yang satu ini kerap dijumpai di wilayah barat dan tengah Indonesia.
.
Sikatan Bubik atau “Asian Brown Flycatcher” (Muscica dauurica) termasuk anggota keluarga “Muscicapidae”, dari “genus Muscicapa”. Postur tubuhnya hanya sekitar 12 centimeter saja. Bulu-bulunya didominasi warna cokelat keabu-abuan dengan bentuk mata yang besar dan mencolok.
.
Jika dilihat dari penampilannya tampak kecil, cantik, mungil dan gesit. Namun siapa sangka ‘si kecil’ ini penerbang ulung yang datang dari negara asalnya di Asia Timur dan Himalaya.
.
Sikatan Bubik bermigrasi pada saat habitat aslinya sedang dilanda musim dingin. Kemudian mereka mencari suaka ke wilayah selatan bumi. Di wilayah Indonesia, burung ini mengunjungi Sumatera, Jawa dan Sulawesi.
.
Pada umumnya Sikatan Bubik selama menetap di daerah migrasi tidak hanya mendiami hutan sebagai tempat mencari makan tetapi mendiami pula perkebunan, taman perkotaan bahkan halaman yang banyak ditumbuhi pepohonan.
.
Taman Nasional Gunung Ciremai menjadi penting keberadaannya bagi sebagian burung. Hal ini terbukti dengan teridentifikasi 215 jenis burung dari 45 famili. Salah satunya ‘si cantik gesit’ ini, Sikatan Bubik.
.
Bukan tanpa alasan kehadiran burung-burung tersebut mendiami gunung Ciremai. Tentu karena didukung oleh keberadaan hutan taman nasional yang masih baik, tipe ekosistem yang unik dan masih terjaga.
.
Burung ini dapat terjumpai di gunung Ciremai pada September hingga Maret. Mereka umumnya mendiami hutan dari ketinggian 500 hingga 1500 meter diatas permukaan laut (mdpl).
.
Tatkala kami melakukan kegiatan pemantauan potensi di jalur pendakian Linggasana, waktu itu berlima hendak ke salah satu pos. Kira-kira tiga ratus meter dari tujuan pada ketinggian 1.300 mpdl kami memergoki seekor burung kecil sedang bertengger di salah satu cabang pohon yang sudah mati dan kering.
.
Setelah perlahan didekati dan amati ternyata burung itu ialah Sikatan Bubik sedang makan dengan perilakunya yang tak mau diam dan sangat aktif saat mencari pakannya. Dia bertengger sambil celingak celinguk mencari mangsanya. Lantas tiba-tiba burung ini menyambar mangsanya lalu kembali ke cabang pohon kering tempat bertengger semula sambil menggetarkan ekornya. Ternyata hasil pengamatan selama beberapa menit, dia terus mengulangi cara makan seperti tadi secara berulang-ulang.
.
#sobatCiremai, ‘Si Cantik yang Gesit’ ini ialah salah satu tamu istimewa gunung Ciremai. Oleh sebab itu, kita sebagai tuan rumah mesti menyambut dengan baik sebagaimana sikap terhadap tamu. So, ayo kita bersikap sopan santun terhadap Sikatan Bubik dengan tidak melakukan perburuan liar.
.
[teks, foto & video © Iwan Sunandi – BTNGC | 122018]
.
#klhk
#ayoketamannasional
#gunungciremai
#sikatanbubik
#stopperburuansatwaliar
#pehindonesia
#fgc2018
#festivalgunungciremai
#pesonakuningan
#pesonaindonesia
#wonderfulindonesia

Ikuti Kami